Oleh : Zahra Riyanti
Dunia dibuat heboh setelah munculnya berita tentang keputusan pemerintah Turki melalui Presiden R.T Erdogan untuk mengembalikan fungsi bangunan bersejarah Hagia Sophia sebagai masjid.
Kebijakan ini menjadi perbincangan hangat di social media bahkan headline surat kabar di berbagai negara.
Berbagai reaksi pun bermunculan, bagi umat muslim yang memahami secara utuh sejarah Hagia Sophia yang merupakan bagian penting dari perjalanan peradaban Islam, tentu menyambut dengan rasa syukur dan bahagia karna kembalinya Hagia Sophia kepemiliknya yang sebenarnya, yaitu Umat Islam.
Hagia sophia merupakan salah satu bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, memiliki sejarah panjang sejak dibangun pertama kali pada abad ke-6. Mengutip dari Goturkeytourism.com, bangunan tersebut kerap menarik perhatian jutaan wisatawan dengan keindahannya.
Bangunan ini terletak di Istanbul, ibu kota Turki. Secara kasat mata, bangunan ini seakan-akan mendominasi langit Istanbul. Hagia Sophia sudah mengalami renovasi dan perluasan beberapa kali selama berabad-abad ini. Salah satu keunikannya adalah perpaduan mosaik khas era Bizantium dan kaligrafi dari masa Kesultanan Ottoman.
Mulanya, Hagia Sophia dibangun sebagai gereja Church of Holy Spirit atas perintah Kaisar Bizantium Justinian I pada abad ke-6. Beberapa pilar penyangga dalam bangunan tersebut diambil dari Ephesus dan Kuil Artemis. Hagia Sophia juga merupakan salah satu dari katedral terbesar di dunia yang memiliki makna khusus bagi komunitas Ortodoks.
Pada masa penaklukan Ottoman di Istanbul pada 1453, Hagia Sophia berubah fungsi menjadi masjid. Bangunan dipercantik dengan arsitektur yang menampilkan elemen khas Kesultanan Ottoman. Beberapa elemen seperti mihrab dan mimbar, tempat para ustad berceramah, ditambahkan. Bahkan, sebuah perpustakaan juga dibangun di dalamnya.
Pada 1935, Hagia Sophia diubah menjadi sebuah museum. Meski begitu, dekorasi asli dari mosaik bunga dan geometris dari abad ke-7 masih bertahan.
Lantas bagaimana reaksi pemimpin dunia atas keputusan tersebut?
Tentu saja ini menjadi pukulan telak bagi mereka, sehingga banyak yang mengkritik bahkan mencekam Erdogan atas kebijakannya tersebut.
Erdogan tentu saja sudah memiliki kalkulasi politik tersendiri atas kebijakannya itu, bahwa hal tersebut akan menimbulkan reaksi negatif dari Eropa bahkan Amerika.
Namun Erdogan tidak peduli, dia menganggap bahwa keputusan ini adalah benar, karna Hagia Sophia memang milik Umat Islam, yang di tinggalkan Sultan Muhammad Al-Fatih sebagai wakaf setelah di beli dengan menggunakan uang pribadinya. Justru merubah Masjid Hagia Sophia menjadi museum oleh rezim Kemal Attaturk melalui dekrit kabinetnya pada tahun 1934 adalah suatu tindakan Ilegal.
Pengembalian fungsi Hagia Sophia menjadi masjid ini telah memperlihatkan betapa Barat dan sekutunya begitu benci dan merasa terusik ketika Islam mulai kembali menapaki jalan menuju kebangkitannya.
Saat ini mungkin hanya baru di mulai dengan satu bangunan bersejarah, mereka sudah begitu reaktif apatah lagi dengan bangunan bangunan yang lain seperti taj mahal di India, masjid Cordoba di Spanyol. dll
Maka, bisa di bayangkan bagaimana reaksi mereka jika Umat Muslim mulai menapaki jalan kebangkitannya dengan gagasan politik untuk menghadirkan suatu institusi politik Islam yaitu Khilafah Islamiyyah yang menaungi Umat Muslim di seluruh dunia.
Tentu mereka akan lebih reaktif dari hanya sekedar kecaman, karna mereka paham betul jika Islam bangkit dengan Institusi politiknya, maka dominasi mereka di dunia akan terancam bahkan hancur, terlebih dalam bidang ekonomi kapitalis dan agenda kolonialisme-nya.
Oleh karenanya, Umat Muslim jangan sampai begitu larut dalam euforia kemenangan atas kembalinya Hagia Sophia kepelukan umat.
Sehingga esensi dari tujuan utama perjuangan dengan kembali menghadirkan Institusi Politik Khilafah Islamiyyah di tengah-tengah umat menjadi buyar.
Sebab, membebaskan Umat Islam dari belenggu kapitalisme dan kolonialisme barat hanyalah bisa dengan menghadirkan Institusi Politik Islam itu sendiri yang lahir dari kemuliaan Syariah Islam sehingga Khilafah Islam yang gemilang itu dapat kembali bersinar menerangi dunia yang gelap saat ini. Wallahu 'alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar