Lonceng merdeka
telah berdentang
Bermuara suka di
dada dada ‘pahlawan’
Menggetarkan
tangan para penjajah
Anak-anak ikut
menderma tawa juga bahagia
Bahkan membakar
gelora semangat pemuda
Gempita
‘Merdeka’ menerobos lajunya angin dan menembus segala jarak
Ulama pun
terdiam bisu dengan takbir dalam jiwa
Hampa berbalut
luka lembar-lembar putih telah bersuara
‘Belenggu
penjajah telah tiada
Tapi Ku Bertanya
tanya sudah habiskah dukaku?
Gempulan asap
itu telah punah berganti cerah
Mewarnai lagi
bangsaku yang dulu kelam beganti cahaya
Matahari
‘merdeka’ telah terbit diufuk papua
Bambu runcing
dan panah-panah telah terhempas
Menyambut kedatangan
masa masa baru Nusantara
Ku terpaku
menatap gembirannya rakyat jelata
Lepas dari
tangan penjajah yang basah dengan darah
Warta dan wacana
'merdeka’ telah menghiasi media
Daku pun masih
bertanya sudah habiskah sedihku?
Kuterseok di
samping lorong tak bersuara
Menatap langit
hampa penuh curiga
Irama sendu
penuh suram mencoba menerpa telinga
Nada tercipta
sembari bekata ‘berkibarlah benderahku merah putih yang perwira’
Kuterharu sambil
tertawa siapa dia yang coba menggoda
Ternyata dia
aduhai sang pujangga
Menggambar sosok
pusara tak bernama yang terlantar di debu senja.
berakhirkah
mimpi buruk ini aku dalam tanya?
Engkau berdiri
dengan gagah penuh citra
Bersama kolega
engkau berbicara penuh siasat dan banyak cerita
Diatas mimbar
penuh hormat dan sanjungan kata
Engkau digelar
proklamator bersahaja dan berwibawa
Disanalah dinasti
soekarno Hatta tercipta
Perancis beganti
belanda dalam warna eropa
Atau Asia
bermacan jepang dan China
Kan Terpampang
jelas dalam lukisan tua bersejarah
Menjadi pelangi
redup menebarkan luka
Buku-bukupunkan
bersabda lestarikan tradisi juang dalam dada
Kepalan tangan
pun dapat mendobrak segalanya
Menabuh kembali
ingatan segar tentangmu para pendusta
Dimanakah hatimu
kala aku terluka?
Dinasti itu
telah dilempar ke angkasa tanpa etika
Berjasa namun
tidak dibalas tanda penuh hina
Tenunan Bijak
kau sulam adil namun salah kaprah
Membunuhmu di
batas waktu 30 tahun berkuasa
Mereka tertawa
sambil menendang jauh luka mu diluar rasa
Tersipu malu
dalam jepretan foto bertebaran gentayangan dialam elektronika
Sumpah setiamu
murah dinista berlumur dosa
Itukah cita
cinta mu wahai paduka?
zaman berjalan
bak busur panah mencari arah
dalam barisan
kenangan dihias alunan biola
buyut buyutku
masih bergumam tentang pancarobah
yang diusung
oleh jemari martir marrtir mulia
bermandi darah
dan pengorbanan mencari posisi duka
agar terus
menjelma dalam memori dan nostalgia
tapi apa hendak
dikata kau hujamkan sembilu hingga tak berdaya
kala 32 tahun kau
sematkan huru hara dalam luka lama
kebengisanmu murah
bersimbah keji di kepala putra putri
bangsa
darimulah,
Phobia agama hingga obral hukum dikarya
kau tersenyum
dalam wahana layar kaca melihat pembantaian merajalela
atas nama
pancasila nyawa-nyawa layak sampah tak berharga
anak-anak
mencari cinta kau punahkan
oh- dinasti
kelam itu takkan sirna walau tak serupa
Tragedi tragedi
kejam itu telah terkubur dalam kisah
Keroncong dan
wayang telah mendrama
Kisah kasih di
hari ini masih dalam cengkraman
Dalam rencana
jahat penuh syahwat dan kepentingan
Padahal
genderang reformasi telah ditabuh menandakan
Samudra jajah
telah tenggelam selamanya
Namun apakah
kataku mampu menipu realita?
kini jalan itu
terus ada namun sepi dan tak kasat mata
embun embun lalu
masih bisu dalam bahasa
aku masih syahdu
dengan lantunan lantunan murahan
memberi sensasi
plong kata coca cola
aku terbahak menyangkali
kondisi kondisi dunia disisi era
kampanye produk
menngganti jabatan peluru menembak massa
orang terbuai
dengan fun food fashion yang dijajak mereka
pak pos bisa
bercumbu dengan posko layanan kesehatan
hingga penguasa
membina cinta dengan pengusaha
semua hilir
mudik berita mengiris-iris logika
aku masih senyap
dengan penuh tanya, sudah habiskah deritaku?
Kutatap
pendidikanku yang kini sudah sebaya usia
Kurikulum
bergonta ganti diruang para pemungut suara
Palu diketuk
menidurkanku dalam bayang bayang sakit penuh lelah
Kulihat mereka berseteru
melawan arus para rakyat kerdil tak berkuasa
Yang bergumam
agar keadilan dan makmur bisa merata
Tapi apalah daya
tangan tak bisa meraba
Dokumen-dokumen
monumental disimpan bak perkakas antik yang dilindungi negara
Kulirik tragisnya
ekonomiku kaku tak bergerak layak hewan melata
Menggigitku saat dunia
meledekku anak rupiah
Bisnis bisnis durjana
penyembah syetan jadi budaya
Dari MLM, koperasi,
hingga saham bermandi bunga
Loyal dan penuh damai
bahkan bangga meminum virus riba
Pejabat bersimedi
dimuara gangga demi mendapat tahta
Pelajar-pelajar itupun
terbius duduk dikursi semahal mereka
Harga diri tak lagi
dipermak bahkan haus dan terus lapar pada harta
Disisi belakang daku
menatap semrawut figur figur terindah
Mereka yang bahkan
kalah dari intan emas dan mutiara
Sebagai harta berharga
meski habis dollar Amerika
Tapi kini potret itu
buram membutakan akal dan mata
Mereka dirayu seperti
nuklir membasmi bumi menjadi nestapa
Dialah wanita, kulit
dan rambutnya mudah didapat seperti bayam-bayam dipasar
Mantra kosmetik yang
memudarkan pandangan bersama fashion dipajang
mau menjadi penyembah
primadona gender dan feminis disinggasana
untuk iklan iklan yang
terus memanjakan pandangan dalam khayalan
aku sakit dan tak bisa
mengendus lagi aroma peradaban
kini aku masih terus
melangkah jauh mencari makna
yang masih menyimpan
harapan cahaya indah
mengabarkanku dari
lisan suci Rasul baginda
tentang mata air cinta
hidup penuh barokah
yang kan terus bersemi
dalam sabda mulia
menghiasi generasi dari
masa ke masa
melampaui akal dan mata
manusia
dan meski mata sayu
layu dalam marah
hati penuh gelisah
susah dan tak berbeda
makin kukencang sabuk
cinta dalam perang tak berwarna
yang bersemayam dalam
pikiran jiwa dan raga
ialah wahyu ilahi dalam
wadah bernama mabda
yang pernah melukis
dunia dengan tinta emas permata
mencatat sejarah bak
bunga-bunga syurga
kafir dan beriman pun
terkagum tak berdaya
itulah negeri Islam
bumi yang hilang ditelan masa
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMasya Allah luar biasaaaa ��
BalasHapusterus pantengin tulisan tulisan terbaru saya yah
Hapus